“Magetan Aman! Begini Upaya Polisi Amankan Ribuan Pesilat di HUT PSHT ke‑103”
![]() |
| Foto suasana HUT PSHT 103 Th. |
Magetan, 4 Oktober 2025 — Ribuan pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berkumpul di GOR Ki Mageti, Magetan, dalam rangka peringatan HUT ke‑103 PSHT. Kegiatan ini sukses berjalan penuh khidmat, tertib, dan kondusif, berkat sinergi jitu antara aparat keamanan dan pihak penyelenggara.
Acara doa bersama tersebut dihadiri oleh anggota-anggota PSHT dari berbagai wilayah di Kabupaten Magetan. Untuk memastikan acara tidak ricuh, pihak kepolisian mengerahkan 521 personel dari Polres Magetan dan Polsek jajaran.
Tidak hanya polisi, pengamanan juga diperkuat oleh unsur TNI (Kodim 0804), Brimob, Kopasgat Lanud Iswahyudi, Satpol PP, Dishub, serta para korlap dari tiap kelompok PSHT.
Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menjelaskan bahwa gabungan kekuatan tersebut ditempatkan strategis agar setiap sudut lokasi acara dapat diawasi dengan baik.
Menurutnya, keamanan acara bukan hanya tugas polisi saja, tapi butuh kerja sama semua pihak — baik penyelenggara, peserta, hingga masyarakat sekitar. “Kami berharap persaudaraan ini terus dijaga. Mari bersama menjaga Magetan agar tetap damai, sejuk, dan bersatu,” ujar Erik.
Salah satu kunci utama keberhasilan pengamanan adalah sinergi dan komunikasi, antara polisi, TNI, dan panitia lokal PSHT. Mereka menetapkan beberapa zona keamanan, jalur kedatangan dan keberangkatan peserta, serta jalur darurat jika dibutuhkan. Semua pihak punya tugas masing-masing agar tidak ada tumpang tindih dan supaya situasi tetap terkendali.
Acara berjalan lancar: sejak awal hingga akhir, suasananya kondusif. Tidak ada keributan atau konflik yang mencolok. Doa bersama yang diadakan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan antar anggota PSHT.
Bahkan pihak Forkopimda Magetan (forum koordinasi pimpinan daerah) ikut memberikan dukungan agar penyelenggaraan berjalan aman dan damai.
Menurut Erik, acara ini juga menjadi simbol kuatnya rasa kebersamaan antar perguruan silat di Magetan. Dengan jargon “Sing akur kabeh sedulur” (artinya kira-kira “semua bersaudara, tetap rukun”), ia berharap bahwa persaudaraan antar pesilat tetap terjaga tanpa perpecahan.
Dari sisi panitia PSHT, mereka sangat mengapresiasi langkah aparat keamanan. Dukungan dan pengamanan yang solid membuat mereka bisa fokus menjalankan rangkaian acara tanpa khawatir akan gangguan. Beberapa peserta menyebut bahwa ini adalah salah satu HUT PSHT yang “paling tertib” dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai siswa SMA yang aktif di ekstrakurikuler, kita bisa belajar dari peristiwa ini: persiapan matang + kerja sama yang baik = sukses & aman. Apalagi jika banyak orang yang ikut, masalah kecil bisa jadi besar kalau pengaturannya asal-asalan.





Post a Comment for "Magetan Aman! Begini Upaya Polisi Amankan Ribuan Pesilat di HUT PSHT ke‑103"